Posts Tagged ‘Islam’

[QuickPress] 10 Perkara Yang Akan Menipu Alim Ulamak

Saturday, April 7th, 2012

Kalangan Ulama ini ada beberapa golongan. Salah satu golongan dari mereka, adalah kalangan yang terlalu mendalami ilmu-ilmu syari’at dan ilmu-ilmu rasionaI. Mereka sibuk dengan disiplin tersebut, namun mengabaikan penjagaan dirinya dari tindakan maksiat dan mengabaikan ketaatan. Mereka terpedaya oleh ilmunya sendiri. Anehnya, mereka menyangka memiliki posisi di hadapan Allah swt. Bahkan mereka berasumsi bahwa Allah tidak akan menyiksanya, karena ilmunya telah mencapai suatu tahap tertentu. Mereka merasa bisa memberi syafaat terhadap orang lain, dan mereka tidak terkena tuntutan dosa dan kesalahannya. Mereka sebenarnya tertipu.

Kalau saja mereka mau melihat dengan mata hati, pasti mereka akan menemukan titik pandang bahawa ilmu itu terbagi menjadi dua :

Ilmu Muamalat dan Ilmu Mukasyafah, yaitu pengetahuan terhadap Allah swt. dan Sifat-sifat-Nya.

Sementara Ilmu Muamalat berfungsi sebagai komplementer hikmah yang dituju, yaitu pengetahuan tentang halal dan haram, pengetahuan etika jiwa yang tercela dan terpuji.Mereka itu seperti seorang dokter yang mampu mengobati orang lain, sedangkan ia sendiri ketika sakit sebenarnya mampu mengobati dirinya sendiri, tetapi hal itu tidak dilakukan. Lalu apa gunanya pengobatan tersebut? Sungguh jauh dari harapan, di mana terapi tidak akan bermanfaat kecuali orang yang mau meminum obat tersebut setelah merasakan demam. Mereka melupakan firman Allah swt.:“Sungguh benar-benar berbahagia orang yang menyucikan jiwa dan benar-benar merugi orang yang mengotorinya”. (Q.S. asy-Sayms: 9-10).

Allah tidak berfirman, “Barangsiapa yang mengetahui penyucian jiwa dan menulis ilmunya, serta mengajarkannya kepada manusia”.Mereka pun alpa terhadap sabda Nabi saw.: “Barangsiapa bertambah ilmunya dan tidak tambah hidayahnya, maka tidak akan bertambah dari Allah kecuali jauh dari-Nya”.

“Sesungguhnya orang yang paling tersiksa di hari Kiamat adalah seorang ilmuwan yang tidak diberi oleh Allah kemanfaatan atas ilmunya”.

Dan hadis-hadis lainnya yang sepadan. Mereka itu adalah para Ulama yang tertimpa tipudayanya sendiri, dan semoga Allah menjaga kita dari tingkah laku mereka. Mereka sebenarnya terhimpit oleh kecintaan duniawi, egoisme dan mencari kemudahan dunia saja, sembari berangan-angan bahwa ilmunya mampu menyelamatkan dirinya di akhirat tanpa harus beramal.

Kelompok Pertama.

Sedangkan kelompok Ulama lainnya menekuni ilmunya dan amal-amal lahiriah, meninggalkan maksiat-maksiat lahiriah, namun alpa dengan kondisi ruhani jiwanya. Mereka tidak mau menghapus sifat-sifat tercelanya di hadapan Allah swt. seperti: sombong, riya’, dengki, ambisi posisi dan status, berhasrat buruk kepada sesama teman, mencari popularitas di tengah-tengah negeri dan penduduknya.

Semua itu merupakan tipudaya, yang disebabkan oleh kealpaannya terhadap hadis Nabi saw.:

“Riya’ adalah syirik kecil”.

“Dengki itu memakan kebaikan seperti api menghanguskan kayu kering”.

“Cinta harta dan kemuliaan bisa menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air menumbuhkan sayur mayur”.Dan hadis-hadis lainnya.

Mereka pun melupakan firman Allah swt.:“Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. (Q.S. asy-Syu’ara’: 89).

Mereka alpa hatinya dan cukup dengan kesibukan amal lahiriah belaka. Padahal yang hatinya tidak patuh, tidak akan sah taatnya. Ia ibarat orang berpenyakit kudis, lantas dokter memerintahkan untuk mengoleskan dan meminum obat, tetapi ia hanya sibuk mengoleskan kulit luar saja, tanpa meminum obat. Akhirnya, penyakit luar hilang tetapi penyakit dalamnya masih bercokol. Padahal akar penyakit itu justru dari dalam, karenanya semakin bertambahlah penyakit dalamnya. Seandainya sumber penyakit dari dalam hilang, pasti yang di luar semakin ringan. Begitu pula kotoran-kotoran manakala bertengger dalam hati, akan tampak pengaruhnya pada fisik.

Kelompok Kedua.

Sekelompok Ulama lain mengenal etika batin dan mengetahui bahwa pelanggaran tersebut dicaci oleh syari’at. Hanya saja, karena mereka terlalu berbangga dan kagum pada diri sendiri, mereka menduga dirinya lepas dari cacian tersebut. Di sisi Allah, menurut mereka, telah bebas dari cobaan seperti itu. Mereka yang dicaci adalah kalangan awam, bukan pada pihak yang telah sampat pada taraf ilmu pengetahuan. Sementara mereka kalangan Ulama merasa bebas dari sanksi tersebut, sehingga mereka terjerumus dalam khayalan kebesaran dan jenjang tahta, ambisi keluhuran dan kehormatan, dan mereka tertipu oleh dugaan mereka sendiri, bahwa cara yang mereka tempuh itu bukan sebagai tindak kesombongan. Mereka beralasan apa yang dilakukan, sebagai upaya memuliakan agama, menampakkan kemuliaan pengetahuan dan membantu agama Allah. Mereka Iupa pesta iblis karena tindakan mereka itu, mereka juga alpa bagaimana sebenarnya kontribusi Nabi Saww. dan bagaimana kehinaan orang-orang kafir.

Mereka juga lupa, bagaimana para sahabat bertawadhu’, merasa rendah hati, miskin dan tempat tinggal apa adanya. Sehingga Umar bin Khaththab r.a. pernah dikritik karena pakaiannya yang lusuh setibanya di Syam. Lalu Umar berkata, “Kami adalah kaum dimana Allah meninggikan kami dengan Islam. Kami tidak mencari kemuliaan selain Islam.”

Kemudian tipudaya lain, memakai pakaian kebesaran untuk meraih kemuliaan agama, dan ia menduga bahwa dirinya memuliakan ilmu dan menghormati agama dengan tindakannya. Ketika mereka membahas rasa dengki teman-temannya atau mereka yang kontra terhadap ucapannya, ia tidak menduga bahwa tindakannya itu pun merupakan kedengkian pula. Lantas ia berkelit, “Ini merupakan kemarahan demi kebenaran, mengkounter orang batil yang dilakukan melalui permusuhan dan kezalimannya.” Tentu tindakannya merupakan tipudaya. Sebab manakala ia menusuk sesama temannya melalui kritiknya, kadang-kadang ia melontarkan bukan dengan amarah, tetapi dengan rasa gembira karena mampu mengkounter temannya.

Kalau di hadapan manusia ia tampak marah, padahal hatinya gembira. Terkadang lontarannya sebagai pamer pengetahuan, sembari berucap, “Tujuan saya, sebenarnya memberi kontribusi faedah kepada manusia,” padahal ucapannya itu didasari riya’. Sebab bila tujuannya untuk membuat kebajikan kepada manusia, tentu ia pasti lebih senang bila tindakannya itu dilakukan oleh orang lain yang sepadan atau di atasnya, bahkan orang yang ada di bawahnya.Kadang-kadang ketika memasuki rumah para penguasa, ia memuji-muji dan menampakkan kecintaannya. Ketika ditanya soal tindakannya itu, ia menjawab, “Tujuan saya adalah untuk kemanfaatan bersama ummat Islam, dan menolak bahaya dari penguasa itu.” Padahal ia terkena tipudayanya sendiri. Tentunya, bila memang demikian tujuannya, pasti ia akan senang bila yang melakukan itu orang lain. Seandainya ada seseorang yang berkenan dan sukses perannya di hadapan penguasa, ia justru emosi pada tindakan orang lain itu.

Ketika ia bisa meraih harta dari penguasa, lantas muncul di benaknya bahwa harta itu haram, tiba-tiba syetan berbisik, “Ini harta tanpa pemilik, bisa dipakai untuk kemaslahatan ummat Islam. Andakan pemuka ummat dan pakar nereka. Karena Andalah agama ini bisa tegak.”Di sini ada tiga tipudaya: Pertama, bahwa ada harta yang tidak ada pemiliknya. Kedua, demi kemaslahatan ummat Islam. Ketiga, ia adalah pemuka ummat.

Lantas apakah ada seorang pemuka (Imam) kecuali orang yang menolak duniawi seperti para Nabi, para sahabat dan Ulama-ulama ummat yang utama? Dan sepadan mereka, sebagaimana Isa as. berkata, “Seorang alim yang buruk ibarat batu di pinggir jurang, tidak mencerap air tidak pula memancarkan air” yang dialirkan ke pertanian.” Kalangan pakar ilmu pengetahuan ataupun Ulama, banyak yang terpedaya, dan tindakan destruktifnya lebih banyak dibanding reformasi kebajikannya.

(more…)

Popularity: 1% [?]

0

[QuickPress] 22 Hadis Berkaitan Dengan Dosa

Thursday, April 5th, 2012

1. Janganlah memandang kecil kesalahan (dosa) tetapi pandanglah kepada siapa yang kamu durhakai. (HR. Aththusi)

2. Perbuatan dosa mengakibatkan sial terhadap orang yang bukan pelakunya. Kalau dia mencelanya maka bisa terkena ujian (cobaan). Kalau menggunjingnya dia berdosa dan kalau dia menyetujuinya maka seolah-olah dia ikut melakukannya. (HR. Ad-Dailami)

3. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Tiada dua orang saling mengasihi lalu bertengkar dan berpisah kecuali karena akibat dosa yang dilakukan oleh salah seorang dari keduanya. (HR. Ad-Dailami)

4. Celaka orang yang banyak zikrullah dengan lidahnya tapi bermaksiat terhadap Allah dengan perbuatannya. (HR. Ad-Dailami)

5. Barangsiapa mencari pujian manusia dengan bermaksiat terhadap Allah maka orang-orang yang memujinya akan berbalik mencelanya. (Ibnu Hibban)

6. Tiada sesuatu yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tiada yang dapat menambah umur kecuali amal kebajikan. Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya. (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)

7. Tiada seorang hamba ditimpa musibah baik di atasnya maupun di bawahnya melainkan sebagai akibat dosanya. Sebenarnya Allah telah memaafkan banyak dosa-dosanya. Lalu Rasulullah membacakan ayat 30 dari surat Asy Syuura yang berbunyi : “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Mashabih Assunnah)

8. Apabila suatu kesalahan diperbuat di muka bumi maka orang yang melihatnya dan tidak menyukainya seolah-olah tidak hadir di tempat, dan orang yang tidak melihat terjadinya perbuatan tersebut tapi rela maka seolah-olah dia melihatnya. (HR. Abu Dawud)

9. Barangsiapa meninggalkan maksiat terhadap Allah karena takut kepada Allah maka ia akan memperoleh keridhoan Allah. (HR. Abu Ya’la)

10. Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)

11. Jangan menyiksa dengan siksaan Allah (artinya: menyiksa dengan api). (HR. Tirmidzi dan Al-Baihaqi)

12. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang maka dipercepat tindakan hukuman atas dosanya (di dunia) dan jika Allah menghendaki bagi hambanya keburukan maka disimpan dosanya sampai dia harus menebusnya pada hari kiamat. (HR. Tirmidzi dan Al-Baihaqi)

(more…)

Popularity: 1% [?]

0

[QuickPress] 11 Orang Yang Mendapat Doa Malaikat

Wednesday, March 14th, 2012

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat.

3. Orang yang berada di saf depan solat berjemaah.

4. Orang yang menyambung saf pada solat berjemaah (tidak membiarkan kekosongan di dalam saf).

5. Kalangan malaikat mengucapkan ‘amin’ ketika seorang imam selesai membaca al-Fatihah.

6. Orang yang duduk di tempat solatnya selepas melakukan solat.

7. Orang yang melakukan solat Subuh dan Asar secara berjemaah.

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.

9. Orang yang membelanjakan harta (infak).

10. Orang yang sedang makan sahur.

11. Orang yang sedang menjenguk (melawat) orang sakit.

Popularity: 2% [?]

0

Tenang Sentiasa Baca Al-Quran

Monday, March 12th, 2012

Daripada al-Barra r.a katanya : ” Di kala seorang lelaki membaca surah al-Kahfi tiba-tiba ia melihat binatang peliharaannya berlari dan ia melihat bagaikan sekumpulan mega atau awan lalu ia datang menemui Rasulullah SAW dan menyebutkan mengenainya kepada Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW bersabda : ” Itu adalah as-Sakinah (ketenangan) yang turun bersama al-Quran atau turun di atas al-Quran.” (al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi).

Daripada al-Barra r.a katanya : ” Di kala seorang lelaki membaca surah al-Kahfi tiba-tiba ia melihat binatang peliharaannya berlari dan ia melihat bagaikan sekumpulan mega atau awan lalu ia datang menemui Rasulullah SAW dan menyebutkan mengenainya kepada Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW bersabda : ” Itu adalah as-Sakinah (ketenangan) yang turun bersama al-Quran atau turun di atas al-Quran.” (al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi)

Dalam surat al-Kahfi, diceritakan tentang kisah Ashaabul Kahfi, (pemuda-pemuda beriman), kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir a.s serta kisah DZulkarnain dan Ya’juj dan Ma’juj. Dalam beberapa hadith, Rasulullah SAW menggalakkan kita agar membaca dan menghafal surah ini kerana dengan membacanya dapat menghindarkan diri dari fitnah (musibah).

Di dalam surah al-Kahfi ini terkandung isyarat penting mengenai Hari Akhirat, seperti mana yang dipelajari daripada kisah-kisah yang dipaparkan iaitu pengalaman Ashabul Kahfi yang tinggal dalam sebuah masyarakat yang kufur kepada Allah SWT, Nabi Musa a.s yang banyak belajar daripada Khidr dan tentang sebuah pemerintahan dalam kisah Dzulkarnain yang kesimpulannya dapat memberikan kita pengertian tentang nilai-nilai keimanan yang sebenar.

Semua ini perlu direnungkan oleh seluruh umat Islam kerana apabila surat ini dibaca secara keseluruhannya akan tergambar kepada kita tentang perkaitannya dengan realiti semasa yang melalui yang tahap-tahap yang berbeza iaitu permulaan, perkembangan, dan berakhirnya dunia ini dengan kedatangan nabi Isa a.s sebelum kemunculan Hari kiamat.

Popularity: 2% [?]

0

Wordless Wednesday #18 : Ortakoy Mosque Istanbul Turkey

Wednesday, March 7th, 2012

On Wednesdays all over the internet, bloggers post a photograph with no words to explain it on their blog. Hence the ‘wordless’ title. The idea is that the photo itself says so much that it doesn’t need any description.Answers.com

Popularity: 1% [?]

2

[QuickPress] Khutbah Jumaat Yang Disampaikan Oleh Rasullah S.A.W Pada 9hb Zulhijjah Tahun 10 Hijrah di Lembah Uranah,Gunung Arafah

Friday, March 2nd, 2012

Wahai Manusia,dengarlah baik-baik apa yang hendak ku katakan. Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu dengarlah dengan teliti kata-kataku dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.

Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapa pun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi. Ingatlah bahawa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan diatas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.

Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dan dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikuti nya dalam perkara-perkara kecil.

Wahai manusia, sebagaimana kamu mempunyai hak keatas isteri kamu , mereka juga mempunyai hak di atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik,berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai manusia , dengarlah bersungguh-sungguh kata-kata ku ini, Sembahlah Allah, Dirikanlah solat lima kali sehari, Berpuasalah di Bulan Ramadan dan Tunaikanlah Zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah ibadat Haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah bersaudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama, tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal soleh.

Ingatlah,bahawa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu Awasilah agar jangan sekali-kali terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.

Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru.Oleh itu wahai manusia,nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya , nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Quran dan Sunnahku.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dari ku. Saksikanlah Ya Allah bahawasanya telah aku sampaikan risalah Mu kepada hamba-hamba mu.

Popularity: 2% [?]

0

Saham Akhirat

Wednesday, February 29th, 2012

Islam agama syariat, yang menjadi panduan hidup untuk seluruh umat. Syariat menunjukkan, bagaimana untuk kita menjalani tatih hayat di atas dunia, apa yang perlu dilakukan, apa yang wajib ditinggalkan, apa yang mendatangkan mudarat dan apa yang menimbulkan nikmat. Syariat menentukan kaitan antara dunia dan akhirat.

Dalam kepelbagaian aturan Allah SWT yang dinamakan syariat itu, kita wajar memahami bahawa salah satu perkara yang sangat penting ialah tatacara perhubungan sesama manusia. Dalam hal ini, Allah SWT telah mensyariatkan kepada kita apa yang dinamakan sebagai zakat.

Zakat adalah syariat yang bersangkutan di antara hubungan sesama manusia (hablumminannas). Zakat tujuannya tidak lain dan tidak bukan, ialah demi menjamin keseimbangan hidup. Ini kerana, orang-orang miskin dan kaya, akan sentiasa ada sampailah dunia ini menuju ke penghujungnya.

Golongan miskin ini hanya akan terhapus, apabila semboyan kiamat hampir ditiup oleh malaikat Israfil. Selagi itu belum terjadi, manusia kaya dan miskin akan terus wujud dan beriringan. Samalah seperti adanya malam dan siang, laut dan daratan, lelaki dan perempuan.

Dalam Islam, harta hendaklah diagihkan atau diedarkan secara saksama sesama manusia. Untuk itulah, maka Allah SWT menegah jika harta kekayaan itu hanya berlingkaran dalam kalangan orang-orang kaya sahaja.

Ia demi mengelak daripada berlakunya manipulasi ke atas golongan yang lemah, sama seperti mana yang pernah berlaku lewat sebelum kedatangan Islam ke Kota Mekah. Kala itu, orang miskin terjerat dalam sistem pengumpulan harta oleh orang kaya, sehingga ada yang terpaksa menjadi hamba demi melunaskan hutangnya.

Allah menyatakan: “Apa sahaja harta rampasan (fa’i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (daripada harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya sahaja di antara kamu,” (al-Hasyr, 59: 7)

Zakat memastikan harta dapat dikongsi secara saksama. Setiap orang mempunyai hak, sama ada hak untuk memberi dan hak untuk menerima. Tiada sesiapa boleh menghalang seseorang daripada memberikan hartanya kepada orang lain. Begitu juga, tiada sesiapa boleh mendabik dada menegah hartanya daripada diambil demi kebaikan orang lain. Ini semua mampu terlaksana dengan adanya syariat zakat.

(more…)

Popularity: 2% [?]

0

[QuickPress] 7 Perkara Yang Wajib Kita Tinggalkan

Saturday, February 25th, 2012

7 Perkara yang wajib kita tinggalkan :

  1. Tinggalkan pandangan liar akan dapat tekun dan khusyuk.
  2. Tinggalkan bercakap banyak akan dapat hikmah dan bijaksana.
  3. Tinggalkan makan banyak akan dapat sihat dan rajin beribadah.
  4. Tinggalkan melihat aib orang akan dapat melihat aib diri.
  5. Tinggalkan memikirkan zat Allah akan lepas dari keraguan dan munafik.
  6. Tinggalkan banyak tidur akan terlepas dari papa.
  7. Tinggalkan makan haram akan hidup hati dan kabul doa.
  8. Tinggalkan makan syubahat akan jernih hati dan kuat agama.
  9. Tinggalkan maksiat akan dapat terang hati dan manis ibadah.
  10. Tinggalkan cinta dunia akan dapat mencintai Allah.
  11. Tinggalkan riak, ujub dan takabur akan terlepas dari syirik halus dan diterima ibadah.
  12. Tinggalkan da’wi akan dapat tawadduk. (da’wi iaitu mengaku diri  kita terbaik).

Rujukan :

http://schooloftots.blogspot.com/search/label/Tazkirah

Popularity: 2% [?]

3

side digi award 120 Banner